★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆★☆

Rabu, 05 Maret 2014

Puasa adalah benteng/Muttafaq ‘alaih (ceramah ramadhan 3)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...


Nah, ada satu lagi nih ceramah agama yang saya ambil dari ceramah ramadhan kemarin~ silahkan dibaca~ semoga bermanfaat~

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, benteng berarti dinding dari tembok (batu, tanah) untuk melindungi kota (tempat pasukan) dari serangan musuh. Bisa juga berarti tempat yang diperkuat dinding tembok dan sebagainya untuk kediaman prajurit.

Puasa sebagai benteng, sedikitnya membentengi pelakunya dari tiga hal   :

1.       Benteng terhadap syahwat
Dengan berpuasa, seseorang akan terbentengi dari syahwat, secara khusus dalam konotasi seksual. Sebab, lapar dan dahaga mampu menekan gejolak syahwat.
Karena itu, Rasulullah SAW memerintahkan para pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa.

2.       Benteng terhadap perbuatan maksiat
        Baik kemaksiatan tangan, kaki, mata, lisan, maupun telinga.

3.       Benteng terhadap perbuatan sia-sia.
        Puasa menjadi benteng bagi orang yang beriman dari perbuatan sia-sia,                 sebab puasa yang benar menarik pelakunya untuk memenuhi waktu-                     waktunya dengan ibadah dan kebaikan.

Pada akhirnya, puasa yang menjadi benteng bagi orang beriman dari tiga perkara tersebut akan menjadi benteng baginya pada hari kiamat dari siksa api neraka.

Oke, saya rasa sekian post dari saya seputar ceramah ramadhan, jangan lupa kunjungi lagi blog saya dan follow ya~ kritik dan saran untuk setiap postingan yang ada akan sangat saya terima~ terimakasih!

0 komentar:

Posting Komentar